Friday, April 5, 2019
Satelit Multifungsi Telah Masuk Proyek Strategis Nasional
Kementerian Komunikasi dan Informatika berencana menggagas proyek ekstra dari sektor telekomunikasi guna masuk ke dalam susunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek yang dimaksud yaitu pembangunan satelit multifungsi guna area pulau kecil dan terpencil di Nusantara.
"Kami mempertimbangkan guna memasukkan proyek satelit multifungsi. Pemerintah masukkan tersebut ke PSN," ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (11/11).
Penambahan proyek satelit multifungsi ke dalam susunan PSN, kata Rudiantara, supaya pembangunan proyek bisa dipercepat, laksana halnya yang ketika ini telah dilaksanakan pemerintah terhadap proyek jaringan serat optik nasional atau Palapa Ring.
Di samping itu, ia pun menginginkan supaya proyek satelit multifungsi dapat dikerjakan dengan skema pendanaan berupa Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Alasannya, KPBU tersebut relatif jauh lebih baik daripada memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)," kata lelaki yang sering disapa Chief RA.
Dengan skema KPBU, pemerintah tak perlu menyerahkan investasi di awal, tetapi pemerintah dapat mencari partner dari pihak swasta guna diajak mengerjakan investasi dan membina satelit multifungsi.
Di samping pertimbangan pendanaan, penyertaan proyek ini ke dalam PSN supaya Kominfo sebagai regulator dapat konsentrasi membuat regulasi ketimbang mengurus pembangunan satelit secara langsung.
Namun begitu, ia masih tak mau membagi target-target mula yang sudah dipetakan oleh kementerian berhubungan pembangunan satelit multifungsi ini.
"Yang jelas, anda terus review mana yang telah berjalan dan yang baru separuh berjalan," ucapnya.
Untuk diketahui, pemerintah bermaksud membina satelit multifungsi yang mencapai daerah-daerah terasing di Indonesia dan bisa dimanfaatkan untuk tidak sedikit sektor, laksana komunikasi, kemaritiman sampai pertanian.
Sebelumnya, Kominfo mengungkapkan tengah menggali filling satelit yang sesuai untuk proyek ini dengan mempertimbangkan sebanyak analisis filling band plan yang dipunyai oleh negara tertentu.
Filling satelit adalahslot orbit yang dipunyai masing-masing negara untuk melangsungkan layanan satelit.
Sementara guna proyek Palapa Ring yang ketika ini sudah dimasukkan ke dalam 25 susunan PSN, ia menuliskan proyek itu terus berlangsung dengan baik.
"Palapa Ring ialah salah satu proyek yang progresnya baik. Artinya sudah cocok dengan jadwal, semuanya pada 2019 bakal selesai," tambah Rudi.
Rudiantara meyakinkan, proyek Palapa Ring Barat dan Tengah telah financial closing dan ketika ini tengah dalam etape pembangunan. Sementara Palapa Ring Timur ditargetkan bakal financial closing di mula 2017.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment